1.
SUMBER
DAN KEGUNAAN AIR
Sepanjang sejarah, kuantitas dan kualitas air yang
sesuai dengan kebutuhan manusia merupakan faktor penting yang menentukan
kesehatan hidupya. Kualitas air yang buruk yang disebabkan adanya berbagai
jenis bakteri pathogen dan kandungan bahan – bahan kimia berbahaya dapat
membunuh berjuta manusia terutama di negara – negara sedang berkembang. Suplai
air dunia di dapatkan dari 5 bagian siklus hidrologi
GAMBAR
Sebagian
besar dari air ditemukan dalam bentuk lautan dan samudera. Bagian lainya
terdapat dalam bentuk uap air di atmosfer. Air dalam bentuk padat juga
ditemukan di bumi yaitu yang membentuk salju di daerah kutub utara dan selatan.
Air permukaan terdapat dalam danau, sungai dan sumber – sumber air lainnya,
sedangkan air tanah (ground water),
terdapat di dalam tanah. Air tanah dapat melarutkan mineral – mineral bahan
induk dari tanah yang dilewatinya. Sebagian besar mikroorganisme yang semula
ada dalam air tanah berangsur – angsur disaring sewaktu air meresap dalam
tanah. Terdapat perbedaan yang cukup besar anatara air tanah dengan air
permukaan. Air permukaan yang mengandung bahan organic mudah terurai dalam
konsentrasi tinggi secara normal akan mengandung bakteri dalam jumlah tinggi
pula yang mempunyai pengaruh cukup besar terhadap kualitas air permukaan. Air
yang digunakan oleh manusia adalah air permukaan tawar dan air tanah murni.
2.
SIFAT
– SIFAT YANG UNIK DARI AIR
Ilmu yang mempelajari tentang air disebut ilmu
Hidrologi. Ada dua cabang dari ilmu ini, yaitu Limnologi yang mempelajari sifat – sifat air tawar dan Oseanografi yang mempelajari tentang
lautan.
Air
merupakan senyawa kimia yang terdiri dari atom H, dan O. Sebuah molekul air
terdiri dari satu atom O yang berikatan kovalen dengan dua atom H. Molekul air
yang satu dangna molekul – molekul air lainya bergabung dengan satu ikatan
hydrogen anatara atom H dengan atom O dari molekul air yang lain. Adanya ikatan
hydrogen inilah yang menyebabkan air mempunyai sifat – sifat khas
|
Sifat
|
Efek dan Kegunaan
|
|
Pelarut yang sangat
baik.
Konstanta dielektrik
paling tinggi diantara cairan murni lainnya
Tegangan permukaan
lebih tinggi daripda cairan lainnya
Transparan terhadap
cahaya tampak dan sinar yang mempunyai panjang gelombang lebih besar dari
ultra violet
|
Transport zat-zat
makanan dan bahan buangan yang dihasilkan proses biologi.
Kelarutan dan
ionisasi dari senyawa ini tinggi dalam larutan
Faktor pengendali
dalam fisiologi;
Membentuk fenomena
tetes dan permukaan
Tidak berwarna,
mengakibatkan cahaya yang dibutuhkan untuk fotosintesis mencapai kedalamn
tertentu.
|
|
Bobot jenis tertinggi
dalam bentuk cairan (fasa cair) pada 4º C
Panas peungapan lebih
tinggi dari material lainnya
Kapasitas kalor lebih
tinggi dibandingkan dengan cairan lain kecuali ammonia
Panas laten dan
peleburan lebih tinggi daripada cairan lain kecuali ammonia
|
Air beku
(es)mengapung, sikulasi vertical mengahmbat strtifikasi badan air.
Menentukan transfer
panas dan molekul air antara atmosfer dan badan air
Stabilisasi dari
temperature organism dan wilayah geografis
Temperature stabil
pada titik beku
|
Dari
table dapat dijelaskan bahwa air selain pelarut yang sangat baik juga mempunyai
konstanta dielektrik yang sangat tinggi sehingga berpengaruh besar terhadap
sifat – sifat pelarutnya. Hal ini menyebabkan banyak sekali senyawa ionis
berdesosiasi dalam air. Kapasitas kalor air cukup tinggi yaitu 1 kal g-1C-1,
oleh karena itu kalor yang diperlukan untuk merubah suhu dari sejumlah massa
air cukup tinggi pula sehingga menstabilkan suhu air pada seluruh wilayah
geografi.
3.
SIFAT
– SIFAT UNIK BADAN AIR
Danau
dapat diklasifikasikan sebagai oligotropik,
eutropik, atau dystropik. Danau
oligotrofik adalah danau yang relative muda. Danau ini dalam dan berair jernih,
kurang mengandug zat hara akibatnya kurang produktif untuk aktivitas biologis.
Danau eutropik lebih banyak mengandung zat hara sehingga airnya agak keruh dan
lebih dapat menunjang kehidupan aquatic. Aliran sungai diklasifikasikan dalam
empat tahapan, yaitu stadium lahir, muda, dewasa dan umur tua. Pada stadium
lahir sungai belum tererosi, air tanah berperan penting pada stadium ini
sehingga kalau musim kemarau sungai muda masih didukung oleh aliran air tanah
tetapi aliran sungai berjalan secara kontinu. Sungai stadium dewasa, air sungai
umurnya bersih dan lebih dalam dibanding sungai muda, sedangkan sungai tua
lebih dalam lagi telah hampir mencpai tingkat dasar geologinya. Ada hubungan
antara suhu dengan bobot jenis air. Hubungan khas ini menyebabkan pembentukan
lapisan – lapisan yang berbeda dalam badan air, terutama air danau. Selama
musim panas lapisan permukaan danau atau epilimnion dipanaskan oleh radiasi
matahari, sehingga bobotnya lebih kecil. Lapisan ini mengapung diatas lapisan
dasar atau hypolimnion. lapisan diantaranya disebut thermoclyne. Fenomena ini
disebut strasifikasi tremal. Lapisan epilimnion yang mendapat sinar matahari
langsung menyebabkan ganggang tumbuh amat subur. Epilimnion mengandung oksigen
terlarut (DO) yang relative lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan lainya,
pada umunya bersifat aerobic. Di hypolimnion, bahan – bahan organic mudah
diuraikan oleh bakteri – bakteri pengurai yang menyebabkan air dilapisan ini
kekurangan oksigen, sehingga bersifat anaerobic. Sifat – sifat kimia dan
biologi dari lautan juga sangat unik disebabkan oleh kedalaman air yang cukup
tinggi, kadar garam juga yang tinggi dan faktor – faktor lainya.
4.
SIFAT
– SIFAT KIMIA PERAIRAN
ALKALINITAS
Kapasitas
air untuk menerima protein disebut alkalinitas. Alkalinitas penting dalam
perlakuan air seperti pada proses pengolahan air limbah industry atau limbah
domestic. Air yang sangat alkali atau bersifat basa sering mempunyai pH tinggi
dan umunya mengandung padatan terlarut yang tinggi. Sifat – sifat ini dapat
menurunkan kegunaanya untuk keperluan dalam tangki uap, prosesing makanan dan
system saluran air dalam kota. Alkalinitas memegang peranan penting dalam
penentuan kemampuan air untuk mendukung pertumbuhan ganggang dan kehidupan
perairan lainya. Pada umumnya, komponen utama yang memegang peran dalam
menentukan alkalinitas perairan adalah ion bikarbonat, ion karbonat dan ion
hidroksil.
HCO3- +
H+ CO2
+ H2O
CO32- + H+ HCO3-
OH- +
H+ H2O
Alkalinitas
umunya dinyatakan sebagai alkalinitas fenolftalein yaitu proses situasi dengan
asam untuk mencapai pH 8,3 diman HCO3- merupakan ion
terbanyak, dan alkalinitas total, yang menyatakan situasi dengan asam menuju
titik akhir indicator metal jingga (pH 4,3) yang ditunjukan oleh berubahnya
kedua jenis ion karbonat dan bikarbonat menjadi CO2 .
ACIDITAS
Pada
system perairan alami asiditas adalah kapasitas air untuk menetralkan OH-.
Penyebab dari asiditas umunya adalah asam – asam lemah. Penentuan asiditas
lebih sukar dibandingkan alkalinitas. Hal ini disebabkan oleh adanya dua zat
utama yang berperan yaitu CO2 han H2S yang keduanya mudah
menguap, yang mudah hilang dari sample yang diukur.
TERJADINYA
SENYAWA KOMPLEKS
Dalam
air ion logam dapat bergabung dengan ion negative, atau dengan senyawa netral
membentuk sebuah kompleks atau senyawa koordinasi. Sebuah kompleks mengandung
sebuah atom logam pusat dimana terikat electron – electron yang dimiliki oleh
ligan sebagai donor elektronya. Bilangan koordinasi dari sebuah atom logam atau
ion, adlah jumlah kelompok donor electron ligan yang diikat kepada logam itu.
Bilangan – bilangan koordinasi yang paling umum adalah 2, 4, atau 6. Kompleks
yang lebih penting adalah senyawa kompleks dengan senyawa pengkelat.
PENTINGNYA
SENYAWA KOMPLEKS DALAM PERAIRAN
Banyak
ion logam yang ditemukan dalam system perairan alami teritama ion – ion yang didapat
dalam konsentrasi yang sangat renik, membentuk kompleks kuat dengan berbagai
macam pengaruh seperti :
1. Hilangnya
ion – ion logam dalam larutan
2. Perubahan
petensial redoks yang ada
3. Pembentukan
kompleks juga melarutkan ion – ion dari senyawa logam tidak larut.
Kestabilan
senyawa kompleks berkaitan dengan berbagai sifat dari ion logam dan ligan.
Berikut ini merupakan hal – hal yang sangat penting :
A. Ukuran
dan keadaan oksidasi dari logam. Logam dengan ukuran lebih kecil dan dengan
keadaan oksidasu positif leboih tinggi membentuk kompleks yang elbih kuat.
B. Perubahan
energy bebas dari pembentukan kompleks tergantung pada perubahan entropi dan
entalpi reaksinya.
C. Konfigurasi
electron dari ion metal
D. Kekuatan
dan kelemahan dari perpaduan antara logam dan ligan.
5. MIKROORGANISME
SEBAGAI KATALIS REAKSI KIMIA PERAIRAN
Mikroorganisme
seperti bakteri, cendewan, dan ganggang merupakan katalis hidup yang dapat
mempengaruhi sejumlah proses – proses kimia yang terjadi dalam air dan tanah.
Sebagian besar reaksi – reaksi kimia penting yang terjadi dalam perairan,
terutama yang melibatkan bahan – bahan organic dan proses oksidasi – reduksi
terjadi melalui oerantara bakteri.
GANGGANG
Dalam
ekosistem aquatic, ganggang sebagai oerganisme mikroskopis umum yang berfungsi
sebagai produsen hidup dari hara – hara anorganik dan menghasilkan sebuah
organic dari karbon dioksida melalui reaksi fotosintesis.
CENDAWAN
Cendawan
tidak tumbuh tidak tumbuh baik dalam air, tetapi cendawan memainkan peranan
yang cukup besar dalam penentuan komposisi air karena produksi yang cukup
banyak dari hasil – hasil dekomposisi oleh cendawan darat yang akhirnya masuk
keperairan. Cendawan adalah organism non fotosintetik, membutuhkan oksigen
untuk kehidupanya (organism aerobic) dan umunya tumbuh dengan subur dalam media
yang lebih asam dari pada bakteri.
BAKTERI DAN
KLASIFIKASINYA
Bakteri
dapat dibagi menjadi dua golongan utama, yaitu autotropik dan bakteri
heterotropik. Sebuah contoh dari jenis autotropik adalah gallionella. Dengan
bahan – bahan anorganik paling sederhana, bakteri autotropik harus mensitesis
semua protein yang sangat kompleks, enzim, dan bahan – bahan lainya yang
dibutuhkan untuk proses kehidupan.
Bakteri
heteretropik tergantung dari senyawa – senyawa organic baik untuk enenrginya
maupun untuk karbon yang diperlukan untuk pembentukan biomanya.
Klasifikasi
lain dari bakteri yaitu dari kebutuhan oksigen molekuler, sebgai bakteri
aerobic dna anerobic. Bakteri aerobic membutuhkan oksigen sebagai akseptor (
penerima ) electron. Bakteri anaerobic tidak membutuhkan oksigen dan kadang
kala oksigen molekuler sangat toksik terhadap bakteri anaerobic.
Bakteri
jenis lainnya adalah bakteri fakultatif yaitu bakteri yang menggunakan oksigen
bebas bila oksigen molekuler tidak tersedia. Ion nitrat dan ion sulfat
merupakan pengganti oksigen dalam perairan. Mengingat mokroorganisme dapat
berfungsi sebagai katalis terhadap reaksi – reaksi perairan, maka terdapatr
enzim – enzim sebagai katalis untuk reaksi –reaksi biokimia di dalam
mikroorganisme tersebut.
6.
KEHIDUPAN
AKUATIK
Organisme yang hidup dalam ekosistem
akuatik (perairan) dan digolongkan menjadi autotropik dan heterotropik.
Organisme autotropik menggunakan sinar matahari atau energi kimia untuk merubah
unsur-unsur senyawa organik yang sederhana menjadi sempurna.
Kemampuan dari suatu badan air menghasilkan
bahan-bahan untuk kehidupan dikenal
sebagai produktivitas. Sifat-sifat fisika dan kimia badan air sangat
mempengaruhi kehidupan akuatik. Suhu, kecerahan, dan turbulensi termasuk tiga
sifat fisika yang utama yang memberikan pengaruh terhadap kehidupan akuatik.
Tumbuhan air sangat berpengaruh terhadap zat-zat
makanan untuk organisme hidup. Tumbuhan juga memegang peranan dalam transport
oksigen, karbon dioksida dan gas-gas lain melalui badan air dan dalam
pertukaran gas-gas tersebut pada bidang persentuhan air dan atmosfer. Oksigen
merupakan zat kunci dalam menetukan jenis dan keberadaan kehidupan akuatik.
Karbon dioksida (CO2) dihasilkan oleh
proses pernafasan organisme dalam air dan sediment. Gas CO2 juga
dapat masuk kedalam air dari atmosfer. Gas ini dibutuhkan untuk proses produksi
biomas melalui reaksi fotosintesis pada ganggang. Tingginya konsentrasi gas CO2
dalam air yang dihasilkan oleh proses perombakan bahan organik menyebabkan
pertumbuhan ganggang sangat cepat dan produktivitasnya.
7.
BAHAN-BAHAN
KIMIA DALAM PERAIRAN
|
NAMA
|
RUMUS
|
MUATAN LISTRIK
|
|
Ammonium
|
NH4+
|
1+
|
|
Hydroxyl
|
OH-
|
1-
|
|
Bikarbonat
|
HCO3-
|
1-
|
|
Karbonat
|
CO3-
|
2-
|
|
Ortofosfat
|
PO4-
|
3-
|
|
Mono-hidrogen-ortofosfat
|
HPO4-
|
2-
|
|
Di-hidrogen-ortofosfat
|
H2PO4-
|
1-
|
|
Bisulfat
|
HSO4-
|
1-
|
|
Sulfat
|
SO4-
|
2-
|
|
Bisulfat
|
HSO3-
|
1-
|
|
Sulfit
|
SO3-
|
2-
|
|
Nitirit
|
NO2-
|
1-
|
|
Nitrat
|
NO3-
|
1-
|
|
Hipoklorit
|
OCl-
|
1-
|
SENYAWA NITROGEN DALAM
AIR
Senyawa-
senyawa nitrogen terdapat dalam keadaan
terlarut juga sebagai bahan tersuspensi. Jenis-jenis nitrogen anorganik dalam
air adalah ion nitrat (NO3), dan ammonium (NO2). Nitrogen
perairan merupakan penyebab utama pertumbuhan yang sangat cepat dariganggang
yang menyababkan eutrofikasi.
Kemampuan
ion nitrat sebagai penerima electron diguunakan dalam proses pengolangahan air
limbah untuk menghilangkan electron dengan membiarkan ion nitrat mengoksidasi
methanol melalui reaksi bermedia bakteri dalam kondisi anaerob yang disebut denitrefikasi.
Dalam
system pencernaan dari bayi dan binatang memamah biak, nitrat direduksi menjadi
nitrit. Nitrit ini dapat mengikat hemoglobin dalam dalam darah yang dikenal dengan
methemoglobinemi, dimana korbannya seperti terkena penyakit jantung yang disebut
penyakit bayi biru( blue baby ).
SENYAWA FOSFOR
Dalam
air, fosfor merupakan suatu komponen yang sangat penting dan sering menimbulkan
permasalahan lingkungan. Fosfor termasuk salah satu dari beberapa unsur yang
essinsial untuk pertubuhan ganggang dalam air, pencemaran kualitas air. Sumber fosfor
adalah limbah industri, hanyutan dari pupuk, limbah domestic, hancuran bahan
organic, dan mineral fosfat.
Kenaikan
konentrasi fosfat merupakan adanya zat pencemar dalam perairan. Senyawa-senyawa
fosfat tersebut dalam bentuk organo fosfat tau polifosfat. Sejumlah industry
dapat membuang polifosfat berupa bahan pencuci yang mengapung di atas permukaan
air. Senyawa fosfor organic terdapat antara lain dalam bentuk asam nukleat,
fosfolipid, gulafosfat. Senyawa ini termasuk kedalam perairan.
BAHAN ORGANIC
Secara
umum senyaawa organic mengandung unsur-unsur C, H, O, dan beberapa mengandung
N, S, P, dan Fe. Senyawa-senyawa organic pada umumnya tidak stabil dan mudah dioksidasi
secara biologis atau kimia menjadi senyawa stabil, antara lain CO2 dan
H2O. Proses inilah yang menyababkan konsentrasi oksigen terlarut dalam
perairan menurun dan hal ini menyebabkan permasalahan bagi kehidupan akuatik.
Untuk menyatakan kandungan bahan organic dalam perairan dilakukan dengan pengukuran
jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan bahan tersebut sehingga menjadi
senyawa yang stabil.
1. Biochemical
oxygen demand (BOD) atau kebutuhan oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme selama
penghancuran bahan organic dalam waktu tertentu pada suhu 200 C.
oksidasi biokimia ini merupakan proses yang lambat secara teoritis memerlukan reaksi
sempurna.
2. Chemical
oxygen demand (COD) atau kebutuhan oksigen, yaitu oksidasi secara kimia dengan menggunakan
kalium bikarbonat yang dipanaskan dengan
asam sulfat pekat. COD umumnya lebih besar dari BOD, karena jumlah senyawa kimia
yang bias dioksidasi secara kimiawi lebih besar dibandingkan oksidasi secara
biologis.
Kelarutan Gas Dalam Air
Kebanyakan gas dalam air larut dengan
derajat (konsentrasi) yang berbedda-beda atau bereaksi secara kimia dengan
air.Kedua jenis gas yang paling banyak membentuk udara (udara merupakan campuran
yang homogeny dari berbagai jenis gas) yaitu nitrogen dan oksigen, meskipun tidak bereaksi
dengan air tapi larut dalam jumlah yang terbatas. Nitrogen yang larut dalam perairan
dapat menyebabkan masalah berat ketika membentuk
gelembung gas dalam darah ikan dan menyebabkan ikan “kejang” dan bahkan kematian.
Dengan Kelantanan dari setiap gas adalah proporsional dengan tekanan partial
gas yang kontak dengan cairan tersebut dikenal dengan Hukum Henry. Dengan catatan hukum ini hanya berlaku bagi gas yang
tidak melakukan interaksi (bereaksi) dengan pelarutnya. Jadi hukum ini berlaku untuk
gas CO2, dan Cl2 karena
gas-gas tersebut bereaksi dengan air:
CO2+
H2O « H++
HCO3-
SO2+
H2O « H++
HSO3-
Cl2+
H2O « HCl+
HOCL
Keseimbangan antara molekul-molekul
gas di atmosfer dan di dalam larutan dapat dinyatakan sebagai berikut :
X(q) « X(aq)
Sedangkan kelarutan gas di dalam air, X, dapat dinyatakan
dalam bentuk persamaan berikut :
[X(aq)] = K.Px
Keterangan:
K adalah konstanta suatu gas pada suhu tertentu
Px adalah tekanan parsial gas
Beberapa
nilai K untuk berbagai macam gas dalam air terdapat pada tabel 2.3.
Tabel 2.3.KonstantaHukum Henry
untukBebagai Gas dalam Air pada 25°C
|
Gas
|
K,
Mol. L-1 atm-1
|
|
O2
CO2
H2
N2
CH4
NO
|
1,28 ´
10-3
3,38
´
10-2
7,90
´
10-4
6,48
´10-4
1,34
´
10-3
2,0
´
10-3
|
Sumber:Manahan, 1994
Uap air sendiri memberikan tekanan parsial,
maka dalam perhitungan kelarutan gas membutuhkan koreksi.Pada tabel 2.4 dimuat tekanan
parsial dari uap air pada berbagai suhu.
Tabel 2.4.TekananUap Air
padaBerbagaiSuhu
|
T, °C
|
PH2O, torr
|
PH2O, atm
|
|
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
100
|
4,579
6,543
9,209
12,788
17,535
23,756
31,824
42,175
55,324
71,88
92,51
760,00
|
0,00603
0,00861
0,01212
0,01683
0,02307
0,03126
0,04187
0,05549
0,07279
0,09458
0,12172
1,0000
|
Sumber:Manahan, 1994
Kelarutan gas-gas dalam cairan dipengaruhi oleh suhu.Kelarutan
nya semakin menurun dengan kenaikan suhu. Pengaruh ini dirumuskan dalam persamaan
Clausius-Claplyron.
Log
=
Keterangan:
D = Konsentrasi gas
T = Suhumutlak (°K)
DH
= KalorlarutandalamKal/mol
R = Konsentrasi gas (1.987 Kal-1.mol-1)
OksigenDalam Air
Semua makhluk hidup membutuhkan oksigen tidak terkecuali mereka yang hidup dalam air. Kehidupan akuatik seperti ikan, mendapatkan oksigennya dalam bentuk oksigen terlarut. Tanpa adanya oksigen terelarut pada konsentrasi tertentu banyak jenis organism akuatik tidak akan ada dalam air. Banyak ikan mati dalam perairan tercemar bukan diakibatkan oleh toksitosi zat pencemar langsung, tetapi karena kekurangan oksigen sebagai akibat dari digunakannya gas
tersebut pada
proses penguraian/penghancuran zat tercemar.
Dalam udara
yang bersih dan kering terdapat 20,95% oksigen berdasar volume.
Sebagian besar oksigen dalam air berasal dari atmosfer. Oleh karena itu, kemampuan suatu badan air untuk mengisi oksigen kembali dengan cara kontak dengan atmosfer merupakan hal yang sangat penting.
Kelarutan oksigen dalam air tergantung dari suhu (persamaan Clausius-Claplyron),
tekanan parsial oksigen dalam atmosfer dan kandungan garam dalam air.
Dibawah ini contoh perhitungan kelantanan oksigen sebagai fungsi dari tekanan parsial.
Soal
:
·
Hitung kelarutan oksigen dalam air yang jenuh dalam udara pada tekanan 1,000 atm dan suhu 25°C.
Pemecahan
:
·
Diket : Dari tabel 2.4 tekanan uap air pada suhu 25°C
= 0,0313 atm.
Udara kering mengandung 20,95%
oksigen.
Maka, tekanan parsial oksigen :
Þ
(1,000 atm-
0,0313atm) ´ 0,2095 = 0,2029 atm.
Konsentrasi molar oksigen dalam air dihitung berdasarkan hokum Henry :
Þ
[O2(aq)] = K.PO2
[O2(aq)] = (1,28´
10-3 molL-1) ´
(0,2029 atm)
[O2(aq)] = 2,60´
10-4 molL-1
= 2,60´
10-4 M
MR O2 = 32
Maka kelarutannya= 8,32 mg/L
Dari perhitungan tersebut, kelantanan oksigen dalam air padasuhu 25°C
dalam keseimbangan dengan udara pada tekanan 1 atm hanya 8,32 mg/L.
Berarti air dalam keadaan tersebut tidak dapat mengandung kadar oksigen terlalu tinggi bila dibandingkan dengan banyak jenis zat terlarut yang lain.
Pengaruh suhu terhadap kelarutan gas-gas dalam
air dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Clausius-Claplyron. Pengaruh suhu ini sangat penting dalam kasus oksigen. Kelarutan oksigen dalam air pada berbagai suhu terdapat pada tabel 2.5. Dengan kenaikan suhu air, terjadi penurunan kelarutan oksigen yang diikuti dengan naiknya kecepatan pernafasan organism perairan, sehingga sering menyebabkan adanya suatu keadaan dimana naiknya kebutuhan oksigen diikuti oleh turunnya kelarutan gas tersebut dalam air.
Tabel 2.5.Kelarutan Jenuh Oksigen dalam Air pada Berbagai Temperatur di bawah Tekanan Udara 760 mm Hg.
|
Temperatur
°C
|
Kelarutanoksigen
Mg/L
|
Tekananuap air
Mm Hg
|
|
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
|
14,6
14,2
13,8
13,5
13,1
12,8
12,8
12,5
12,2
11,9
11,6
11,3
11,1
10,8
10,6
10,2
10,4
10,0
9,7
9,5
9,4
9,2
9,0
8,8
8,7
8,5
8,4
8,2
8,1
7,9
7,8
7,6
|
5
5
5
6
6
7
7
7
8
8
9
9
10
11
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
24
25
27
28
30
32
|
KARBON DIOKSIDA DAN
BERBAGAI JENIS KARBONAT
Gas CO2 mempunyai sifat keasaman, maka
akan menjadi lebih rumit dalam menghitung kelarutannya dalam air di bangdingkan
kelarutan gas-gas yang sukar bereaksi seperti O2 dan N2.
Karbon
dioksida, ion karbonat, dan ion bikarbonat mempunyai sifat yang sangat penting terhadap
sifat-sifat kimia air. Banyak sifat kimia di endapkan sebagai garam dari ion
kaerbonat, CO32+. Dalam fotosintesisnya ganggang
menggunakan CO2 terlarut untuk menghasilkan biomas. Keseimbangan CO2
di atmosfer sebagai berikut:
CO2(a)
↔ CO2(atmosfer)
Dan
keseimbangan ion CO32- antara larutannya dalam air dengan
mineral-mineral karbonat padat adalah:
MCO2
↔ M2+
+ CO32-
(garam
karbonat yang segdikit larut)
Hal ini mampunyai pengaruh yang kuat terhadap pH
air.
Karbon dioksida mempunyai komponen sangdat kecil
dari atmosfer kecil yang normal, hanya berkisar 0,0314 % volume. Dengan
demikian air murni atau air yang bebas alkalinitas dalam keseimbangan nya
dengan atmosfer hanya mengandung kaerbon dioksida sangat rendah.oleh karena itu
pembentukan HCO3- dan CO32- akan
menaikkan kelarutan karbon dioksida.
Konsentrasi yang tinggi dariCO2 ini
memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan akuatik kaererna akan
mrenghambat pernafasan dan pertukaran gas t3ererut3ama badgi hrewan perairan,
bahkan dapat mengakibatkan kematian. Kangdungan CO2 yang aman tidak
boleh melebihi 25 mg/L.
Dalam perairan alami, gas CO2 di hasilkan
dari penguraian bahan-bahan organik oleh bakteri. Ganggang yang menggunakan CO2
dalam fotosintesis juga menghasilkan CO2 melalui proses
metabolisme tanpa cahaya. Waktu air merembes melalui lapisan-lapisan dari
hancuran bahan organik sambil masuk kedalam tanah, air ini dapat melarutkan
banyak CO2 yang di hasilkan oleh pernafasan organisme dalam tanah.
Seterusnya, waktu air masuk melewati batuan kapur, air tersebut melarutkan
kalsium kalsium kaerbonat, karena adanya CO2 yang terlarut.
CaCO3+ CO2+ H2O→
Ca2+ + 2HCO3-
Proses ini merupakan salah satu srebab dari
terbentuknya gua-gua kapur. Walaupun CO2 dalam air sering terdapat
sebagai H2CO3, konstanta kesetimbangan untuk reaksi,
CO2(aq) + H2O ↔H2CO3
Hanya sekitar 2 x 10-3 pada suhu 25⁰C dan
hanya sebagian kecil dari karbon dioksida terlarut secara aktual terdapat
sebagai H2CO3. Jadi dapat di simpulkan secara sederhana
bahwa karbon dioksida yang tidak mengalami ionisasi dalam air sebagai CO2 terlarut
dan juga H2CO3 yang tidak tergdisosiasi. Berarti CO2
terlarut adalah CO2 molekuler yang terlarut dan H2CO3
yang tidak terdisosiasi.
Sistem CO2 – HCO3 – CO2 dapat
di tulis dengan reaksi-reaksi dan konstanta keseimbangan sebagai berikut:
CO2 + H2O ↔ H+
+ HCO3-
K1 = [H+] [HCO3-]
= 4,45 x 10-7
[CO2]
pK1 = 6,35
selanjutnya: HCO3- ↔ H+ + CO32-
K2 = [H+]
[CO32-] = 4,69 x 10-11
HCO3-
pK2 = 10,32
dengan mengunakan data tersebut
dapat di hitung berapa kelarutan karbon dioksida.
Contoh perhitungan:
Bila di anggap terjadi
kesetimbangan antara udara murni dengan air murni pada suhu 25⁰C, berapa total
CO2 terlarut? Konstanta hukum henry untuk CO2 = 0,038 mol.L-1.atm,
dan tekanan parsial uap air = 0,0313 atm pada 25⁰C.
Jawaban :
Udara mengandung 0,0314
% ( volume ) CO2
Hukum Henry : [X(aq)]
= K.Px
Hitung dulu Px, yaitu
PCO2
PCO2 = (
10000 ― 0,0313 ) atm x 0,0314 x 10-2
PCO2 = 3,04
x 10-4 atm
[CO2] =
0,038 mol.L-1.atm-1 x 3,04 x 10-4 atm
[CO2] =
1,028 x 10-5 mol L-1 = 1,028 x10-5 M
Karbon dioksida
sebagian terdisosiasi dalam air menghasilkan ion-ion H+ dan HCO3-
yang konsentasinya sama.
CO2 +
H2O ↔H+ + HCO3-
Untuk reaksi di atas K
= 4,45 x 10-7
K = [H+][HCO3-]
[CO2]
Karena [H+]
= [HCO3-]
K = [H+]2=
4,45 x 10-7
[CO2]
[H+]2 =
[CO2] x 4,45 x 10-7
[H+] = (
1,028 x 10-5 x 10-7)1/2
[H+] = 2,14
x 10-6 = [HCO3-]
Jumlah total CO2 yang
larut dalam satu liter
air murni = [CO2]
+ [HCO3-]
= 1,242 x 10-5 mol/liter
Kelarutan karbon
dioksida naik sangat besar dengan kehadiran basa dalam air.
Silikon Dalam Air
Silikon merupakan unsur
kedua terbanyak di kerak bumi setelah oksigen yaitu sebesar 27,7 % hal ini
menyebabkan silikon tersebar luas dalam air. Konsentrasi normal dari silikon
berkisar antar 1 sampai 30 mg/L sebagai SiO2, meskipun kadangkala
mencapai 100 mg/L suatu fenomena yang menarik adalah air laut di bagian
permukaan umumnya konsentrasi silikon nya sangat rendah karena unsur ini di
gunakan untuk kerang dan pembentukan tulang organisme laut.
Silika dalam air dapat
berasal dari berbbagai macam sumber, baik dari sumber pencemaran. Senyawa
silikat di gunakan dalam pembuatan senyawa detergen dan sebagai anti karat.
Oleh karena itu silikon/ion dari senyawa silikon terdapat banyak dalam air
buanngan baik limbah industri maupun limbah domestik.
Belerang Dalam Air
Secara umum sebagian
besar belerang yang terdapat dalam air adalah S(IV) dalam ion sulfat, SO42-.
Dalam kondisi anaerobik SO42- dapat direduksi oleh
aktivitas bakteri menjadi H2S, HS-, atau garam sulfide
yang tidak larut. Gas H2S di hasilkan dari reduksi sulfat tersebut
menyebabkan bau “telur busuk” yang di keluarkan oleh banyak air yang tergenang
dan air-air tanah. Adanya perbedaan jenis belerang (bilamnngan oksidasinya)
dalam air menggambarkan adanya hubungan antara pH air, potensial oksidasi, dan
aktivitas bakteri.
Dalam air ion sulfat
dapat berasal dari bnyak sumber. Sulfat dapat berasal dari hasil pencucian
mineral utma gips, CaSO4, 2H2O. Oksidasi dari
mineral-mineral sulfide yang di pengaruhi oleh mikroorganisme, seperti pyrit,
FeS2 menghahsilkan sulfat. Garam sulfat digunakan dalam pembuatan
detergen dan dalam banyak hasil industri seperti industri pupuk ZA, maka ion
sulfat merupakan komponen yang umum dari air buangan. Seperti telah di
kemukakan dalam bab I, air hujan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia
mengandung sejumlah besar ion sulfat yang di kenal dengan hujan asam (acid rain). Hal ini di sebabkan oleh
adanya pencemaran udara yang cukup berat oleh SO2 yang kemudian
mengalami oksidasi di udara sebagai berikut:
2SO2 +
2H2O + O2
→4H+ +
2SO42-
Adanya H2SO4
di atmosfer inilah yang menyababkan hujan asam yang kadang kala pHnya mencapai 4.
Klorida Dan Fluorida
Dalam Air
Senyawa halida, klorida, dan Flourida
merupakan senyawa-senyawa umum yang terdapat pada perairan alami.
Senyawa-senyawa tersebut mengalami proses disosiasi dalam air membentuk
ion-ionnya. Ion klorida pada tingkat sedang relatif mempunyai pengaruh kecil
terhadap sifat-sifat kimia dan biologi perairan. Kation dari garam-garam
klorida dalam air terdapat dalam keadaan mudah larut, dan ion klorida secara
umum tidak membentuk senyawa kompleks yang kuat dengan ion-ion logam. Ion ini
juga tidak dapat dioksidasi dalam keadaan normal dan tidak bersifat toksit.
Tetapi kelebihan garam klorida ini dapat menyebabkan penurunan kualitas air
yang di sebabkan oleh tingginya salinitas. Air ini tidak layak untuk air pengairan
dan keperluan rumah tangga.
Ion fluorida jauh lebih
penting dalam air dari pada ion-ion klorida. Fluor adalah salah satu unsur
halogen yang keelekronegatifannya paling tinggi di bandingkan unsur-unsur
halogen lainnya.
Dalam media asam, ion
fluorida membentuk asam hidroflurat. Yang mengion:
HF →
H+ + F
Harga pKa = 3,13 oleh
karena itu, dalam kisaran pH normal air, fluorida lebih banyak terdapat sebagai
F- dari pada HF. Garam-garam fluorida dari kation-kation divalent
mempunyai kelarutan sedang. Konstanta hasil kali kelarutan daei beberapa garam
fluorida seperti tabel 2.6.
Tabel
2.6Konstanta
Hasil Kali Kelarutan Beberapa Garam Fluorida
|
Senyawa
|
Konstanta
Hasil kalikelarutan
|
|
BF2
CaF2
PbF2
SrF2
|
1,05
x 10-6
3,9
x 10-11
3,1
x 10-6
2,7
x 10-9
|
sumber; Manahan, 1994
Kelarutan AgF cukup
besar dibandingkan senyawa AgCl, AgBr, AgI yang sangat rendah. Selain itu
senyawa fluorida membentuk komplek yang kuat dengan Be(II) dan Fe(III).
Beberapa sifat geokimia
dan fisiologis ion florida berasal dari kenyataan bahwa ion ini mempunyai
jari-jari dan muatan yang sama dengan ion OH-. Sebagai
konsekuensinya, florida dan hidroksida mempunyai tingkah laku yang sama. Oleh
karena itu, ion flurida dapat di ganti dengan ion hidriksida dalam
mineral-mineral dan dalam bahan mineral dari gigi dan tulang.
Dalam kebanyakan air
tawar ion florida umumnya terdapat dalam konsentrasi kurang dari 1 mg/L.
Konsentrasi yang melebihi 10 mg/L jarang di temukan. Fluorida di tambahkan pada
banyak air untuk keperluan air minum rumah tangga untuk mencegah kerusakan gigi
dengan konsentrasi kurang lebih 1 mg/L.
Kalsium dan Magnesium
dalam Air
Secara umum dari
kation-kation yang di temukan dalam banyak ekosistem air tawar kalsium
mempunyai konsentrasi tinggi. Kalsium adalah unsur kimia yang memegang peranan
penting dalam banyak proses geokimia. Mineral merupakan sumber primer ion
kalsium dalam air. Di antara mineral-mineral primer yang berperan adalah
gips,CaSO, 2H2O, anhidratnya, CaSO4, dolomite, CaMg(CO3)2,
kalsit dan aragonite yang merupakan modifikasi yang berbeda dari CaCO3.
Air yang mengandung
karbon dioksida tinggi mudah melarutkan kalsium dari mineral-mineral
karbonatnya.
CaCO3 +
CO2 + H2O →Ca2+ +
2HCO3-
Reaksi sebaliknya akan
berlangsung bila CO2 hilang dari perairan. Kanbon dioksida yang
masuk keperairan melalui keseimbangan dengan atmosfer tidak cukup besar
konsentrasinya untuk melarutkan kalsium dalam perairan alami, terutama air
tanah. Pernafasan mikroorganisme, penghancuran bahan organik dalam air, dan
sediment berperan sangat besar terhadap kadar CO2 dan HCO3-
dalam air. Hal ini merupakan faktor penting dalam proses kimia perairan dan
geokimia.
Ion kalsium,
bersama-sama dengan magnesium dan kadang-kadang ion ferro, ikut menyebabkan
kesadahan air, baik yang bersifat kesadahan sementara maupun kesadahantetap.
Kesadahan sementara di sebabkan oleh adanya ion-ion kalsium dan bikarbonat
dalam air dan dapat di hilangkan dengan jalan mendidihkan air tersebut karena
terjadi reaksi:
Ca2+ +
2HCO3- →CaCO3 + CO2 + H2O
Sedangkan kesadahan
tetap di sebabkan oleh adanya kalsium atau magnesium sulfat yang perlunakannya
melalui proses kapur-soda abu, proses zeolit dan proses resin organik.
Banyaknya ahli masak yang merasa terganggu oleh endapan putih kalsium karbonat,
CaCO3 yang terbentuk dalam tempat pendidihan air yang mempunyai
kesadahan sementara.
Air sadah juga tidak
menguntungkan/mengganggu proses pencucian menggunakan sabun. Bila sabun di
gunakan pada air sadah, mula-mula sabun harus bereaksi lebih dahulu dengan setiap
ion kalsium dan magnesium yang terdapat dalam air sebelum sabun dapat berfungsi
meurunkan tegangan permukaan. Hal ini bukan saja akan banyak memboroskan
penggunaan sabun, tetapi gumpalan-gumpalan yang terjadi akan mengendap sebagai
lapisan tipis pada alat-alat yang di
cuci sehingga mengganggu proses pembersihan dan pembilasan oleh air.
Degerjen mempunyai
sifat yang agak berbeda dengan sabun, deterjen dapat menurunkan tekanan
permukaan air tanpa harus bereaksi dahulu dengan setiap ion kalsium dan magnesium
yang terdapat dalam air. Oleh karena itu detergen dapat di gunakan pada
berbagai derajat kesadahan air. Sayangnya limbah deterjen kalau masuk kalau
masuk ke lingkungan tidak dapat di hancurkan oleh mikroba. Tapi saat ini
industri-industri sudah dapat memproduksi sejenis deterjen yang dapat di
hancurkan oleh mikroba.
Ion kalsium Ca2+
mempunyai kecenderunga relative kecil untuk membentuk ion komplek. Dalam banyak
sistem perairan air tawar, jenis kalsium yang pertana-tama larut yang ada
adalah Ca2+. Oleh karena itu pada konsentrasi HCO3-
yang sangat tinggi, pasangan ion, Ca2+ - HCO3- dapat terbentuk dalam jumlah yang cukup
banyak. Hal yang sama dalam air yang kandungan sulfatnya tinggi pasangan ion Ca2+ -
SO42- dapat
terjadi.
Tidak seperti halnya
dengan kalsium yang densitas muatan dari ion Ca2+ lebih kecil di
bandingkan dengan ion logam-logam divalen lainnya, maka densitas muatan ion Mg2+jauh
lebih besar dan ikatan yang lebih besar dan ikatan yang lebih kuat dengan air
untuk melakukan hidrasi. Magnesium dalam air terutama terutama terdapat sebagai
ion Mg+ HCO3- dan Mg2+ SO42-
terjadi bila konsentrasi
bikarbonat dan sulfat yang tinggi.
Mineral-mineral seperti
dolomit adalah sumber magnesium yang paling umum dalama air.
CaMg (CO3)2 + 2CO2 +
2H2O → Ca2+ +
Mg2+ + 4HCO3-
Pada umumnya
konsentrasi magnesium dalam air tawar lebih kecil di bandingkan kalsium. Telah
di teliti bahwa di lautan magnesium dalam bentuk larutan lebih lama dari
kalsium. Hal ini di sebabkan senyawa Mg2+ mengendap lebih lambat di
bandingkan senyawa Ca2+.
KALSIUM DAN MAGNESIUM
DALAM AIR
Secara umum dari kation-kation yang
di temukan di ekosistem air tawar, kalsium memiliki konsentrasi tinggi. Kalsium
adalah unsur kimi yang memegang peranan penting dalam banyak proses geokimia.
Mineral merupakan sumber primer ion
kalsium. Kebanyakan mineral adalah modifikasi dari kalsium karbonat. Air yang
mengandung banyak karbon dioksida tinggi mudah melarutkan kalsium dari mineral
mineral karbonatnya.
CaCO3 + CO2 + H2O Ca2+ +
2HCO3-
Reaksi
sebaliknya akan terjadi bila CO2 hilang dari perairan. Kurangnya
karbon dioksida akan membuat kesulitan dalam melarutkan kalsium.
Ion kalsium, bersama magnesium dan
ion ferro, ikut menyebabkan kesadahan air, baik berisfat sementara maupun
tetap. Kesadahan sementara disebabkan oleh adanya ion ion kalsium dan
bikarbonat dalam air dan dapat dihilangkan dengan jalan mendidihkan air
tersebut. Sedangkan kesadahan air tetap disebabkan adanya kalsium atau
magnesium sulfat yang proses pelunakannya melalui proses kapur-soda abu, proses
zeolit dan proses resin organik.
Ion kalsium, mempunyai kecendrungan
relative kecil untuk membentuk ion kompleks. Sedangkan magnesium memiliki
kecendrungan lebih besar untuk membentuk ion kompleks. Mineral dolomit adalah
sumber magnesium yang paling umum di air.
Logam Alkali dalam Air
Natrium umumnya terdapat dalam
konsentrasi yang lebih tinggi di air tawar dibandingkan dengan kalium. Kalium
relative lebih rendah karena unsur ini tidak mudah dilepaskan dari sumbernya
dan unsur ini mudah sekali diadsorbsi oleh mineral mineral. Jenis alami dari
kalium adalah feldspar, essensial dan bergabung ke dalam bahan tanaman.
Alumunium dalam Air
Alumunium merupakan unsur terbanyak
ke-3 di kerak bumi. Konsentrasi dari alumunium yang terlarut dalam kebanyakan
air kemungkinan kurangg dari 1,0mg/l.
Pada nilai ph 4,0 jenis alumunium
terlarut adalah Al(H2O)3+ dan ion Al3+ yang terhidrasi
kehilangan ion hidrogen pada nilai ph lebih dari empat. Dalam kisaran ph
4,5-6,5, terjadi polimerisasi dimulai dengan pembentukan dimmer, yang akhirnya
berhenti dengan pembentukan partikel partikel gibsite,Al2O3,
3H2O. Alumunium bersifat amfoter dan pada ph lebih dari 10 terbentuk
ion aluminat yan glarut Al(OH)4-.
Besi dalam Air
Besi adalah salah satu unsur penting
dalam ai permukaan dan air tanah. Sifat kimia perairan dari besi adalah sifat
redoks. Pembentukan kompleks, dan pertikaran dari besi antara fasa dan dase
padat yang mengandung besi karbonat, hidroksida dan sulfide. Besi (II) Fe2+
merupakan besi yang umum ditemukan pada air tanah. Secara umum Fe(II) terdapat
dalam air tanah berkisar antara 1,0-10 mg/l. Namun demukian tingkat kandungan
besi sampai sebesar 50 mg/l dapat ditemukan di tempat tempat tertentu. Air
tanah yang mengandung Fe(II) mempunyai sifat yang unik. Dalam kondisi tidak ada
oksigen yang berasal dari atmosfer ion ferro akan berubah menjadi ion ferri
menurut reaksi
4Fe2+ + O2 + 10H2O 4 Fe(OH)3 + 8 H+
Dan
air menjadi keruh.
Dalam perairan yang mempunyai ph
sangat rendah, kedua bentuk ion ferro dan ferri dapat ditemukan. Hal ini dapat
terjadi apaila perairan memperoleh buangan limbah tambang asam. Limbah yang
bersifat H2SO4 yang dihasilkan oleh oksida FeS2,
melalui reaksi berikut :
2FeS2
+ 2H2O + 7O2 4H+
+ 4SO42- + 2 Fe2+
Dan
tahap selanjutnya oksida dari ion ferro menjadi ferri dalam suatu proses yang
sangat lambat menurut reaksi :
4Fe2+
+ O2 + 4H+ 4Fe3+
+ 2H2O
Pada
ph dibawah 3,5 oksida tersebut dikatalis oleh bakteri besi.
Kerusakan perairan yang tercemar
oelh limbah tambang asam ini diperlihatkan dengan penutupan permukaan air
dengan Fe(OH)3 yang bersifat semigelatin.
Mangan dalam Air
Mangan bersifat racun, pada
keperluan domestik kandungan mangan yang diperbolehkan adalah 0.05 mg/l. Air
yang berasal dari tambang asam dapat ditemukan konsentrasi sampai 1,0
mg/l. Dalam kondisi aerob mangan dalam
perairan terdapat dalam bentuk MnO2, sedangkan pada ph yang agak
tinggi terbentuk mangan yang tidak larut seperti MnO2,Mn3O4,
dan MnCO3.