ATOM
Atom
merupakan bagian terkecil dari unsur yang ada di bumi ini. Atom tidak dapat
dibagi lagi kecuali dengan proses kimiafisika yang rumit. Atom sejatinya
tesusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom itu sendiri
tersusun dari proton yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral.
Elektron sendiri memiliki muatan negatif, elektron terikat pada inti atom yang
disebabkan oleh gaya elektromagnetik. Atom dapat berikat dengan atom lain dan membentuk
molekul. Atom yang memiliki jumlah proton dan elektron yang sama memiliki
muatan netral sedangkan yang memiliki jumlah proton dan elektron yang berbeda
bersifat positif ataupun negatif yang kemudian disebut dengan nama ion. Atom
dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti
atom.
INTI
ATOM
Seperti yang telah disebutkan
diatas, inti atom tersusun dari proton dan neutron. Proton bermuatan positif
sedangkan neutron tidak bermuatan ( netral). Banyaknya proton yang ada pada
sebuah atom menunjukkan nomor atom tersebut serta seringkali menentukan sifat
kimia suatu unsur. Jumlah neutron dalam inti atom menentukan isotop sebuah
atom. Jumlah dari kedua massa tersebut dinamakan massa atom.
PROTON
Proton merupakan suatu partikel
bermuatan positif yang terdapat dalam inti atom. Proton pertama kali ditemukan
oleh Goldstein(1886). Proton bermuatan 1,69 x 10-19 coulomb dengan massa
sekitar 1,67x 10-24 gram.
NEUTRON
Neutron merupakan bagian dari inti
atom yang tidak bermuatan. Neutron pertama kali ditemukan oleh james
chadwik(1932). Kenetralan neutron inilah yang menyebabkan penemuannya sedikit
terlambat dibnadingkan dengan elektron ataupun proton. Neutron memiliki massa
1,67x10/24 gram dan sedikit lebih berat dibandingkan proton.
ELEKTRON
Berbeda dengan kedua hal diatas,
elektron tidak berada di dalam inti atom, melainkan bergerak mengelilingi inti
atom dengan gaya elektromagnetik yang disebabkan oleh inti atom. Walaupun
begitu gaya elektromagnetik inti atom sangatlah lemah sehingga sangat
memungkinkan terjadinya pertukaran elektron antar atom. Hal inilah yang
mendasari adanya ikatan kimia. Elektron pertama kali ditemukan oleh jj
thompson(1897). Elektron bermuatan negatif dam memiliki muatan -1,69x10-19
coulomb. Elektrom memiliki massa yang sangat kecil sehingga hanya menyumbang
0,66% dari massa atom. Berat elektron
sekitar 9,1x10-28 gram atau 1/1837 massa proton. Pada atom netral jumlah proton
sama dengan jumlah elektron. Jadi dengan elektron ini kita juga dapat menentukan
nomor atom suatu unsur.
KONFIGURASI ELEKTRON
Kita telah mengenal istilah konfigurasi elektron. Tetapi
pada saat itu konfigurasi elektron yang dikenal masih terbatas pada
konsep kulit atom. Konfigurasi elektron yang akan dibahas tidak begitu
jauh dari yang telah dikenal, hanya saja dalam konfigurasi elektron kali
ini diterapkan pada mekanika gelombang. Pada mekanika gelombang
atau mekanika kuantum, elektron-elektron dalam suatu atom akan tersebar
ke dalam orbital-orbital (s, p, d, f, dan seterusnya). Bagaimana
pengisian elektron ke dalam orbital? Pengisian orbital oleh electron mengikuti
aturan dengan memperhatikan tiga hal, yaitu asas AufBau, asas larangan
Pauli, dan asas Hund.
A. ASAS AUFBAU
Menurut asas AufBau, pada kondisi normal atau pada tingkat
dasar, elektron akan menempati orbital yang memiliki energy terendah terlebih
dahulu dan diteruskan ke orbital yang memiliki energi lebih tinggi. Untuk
memudahkan dalam pengisian electron diberikan tahap-tahap pengisian elektron
dengan menggunakan jembatan ingatan sebagai berikut;
Arah anak panah menyatakan urutan pengisian orbital. Dengan
demikian urutan pengisian elektron berdasarkan gambar tersebut berurut-urut 1s,
2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, dan seterusnya. Pengisian elektron
harus satu persatu dan setiap orbital hanya boleh diisi oleh maksimal 2
elektron.
B.
ASAS LARANGAN
PAULI
Pauli mengemukakan hipotesisnya yang menyatakan bahwa dalam
satu atom tidak mungkin dua elektron mempunyai keempat bilangan kuantum sama.
Misal, 2 elektron akan menempati subkulit 1s. Tiga bilangan kuantum pertama
akan mempunyai nilai yang sama (n = 1, l = 0, m = 0). Untuk itu bilangan
kuantum yang terakhir, yaitu bilangan kuantum spin(s) harus mempunyai nilai
berbeda +1/2 dan -1/2.
Dengan
kata lain, setiap orbital maksimal hanya dapat terisi 2 elektron dengan arah
spin berlawanan. Sebagai contoh, pengisian elektron pada orbital 1s digambarkan
sebagai berikut:
Mengapa pada satu orbital hanya dapat ditempati maksimal
oleh dua elektron? Karena jika ada elektron ketiga, maka electron tersebut pasti
akan mempunyai spin yang sama dengan salah satu elektron yang terdahulu dan itu
akan melanggar asas larangan Pauli dengan demikian tidak dibenarkan. Jumlah
elektron maksimal untuk tiap subkulit sama dengan dua kali dari jumlah
orbitalnya.
orbital s maksimal 2 elektron,
orbital p maksimal 6 elektron,
orbital d maksimal 10 elektron, dan
orbital f maksimal 14 elektron,
C. ASAS HUND
Frederick Hund, 1927 (dikenal Hund) mengatakan bahwa
pengisian elektron pada orbital yang setingkat (energinya sama) dalam satu
orbital adalah satu per satu dengan arah spin yang sama sebelum berpasangan.
Asas ini dikemukakan berdasarkan penalaran bahwa energi tolak-menolak antara
dua elektron akan minimum jika jarak antara elektron berjauhan. Untuk lebih
memahaminya, perhatikan gambaran pengisian elektron pada orbital p.
Contoh pengisian yang benar:
Contoh pengisian yang salah
Untuk
penulisan konfigurasi elektron yang mempunyai jumlah elektron besar dapat
dilakukan penyederhanaan. Penyederhanaan dilakukan dengan menuliskan simbol
dari unsur gas mulia yang mempunyai nomor atom di bawahnya, diikuti dengan
penulisan kekurangan jumlah elektron setelah gas mulia tersebut.
D. PENYIMPANGAN KONFIGURASI ELEKTRON
Berdasarkan
eksperimen, terdapat penyimpangan konfigurasi elektron dalam pengisian
elektron. Penyimpangan pengisian elektron ditemui pada elektron yang terdapat
pada orbital subkulit d dan f. Penyimpangan pada orbital subkulit d dikarenakan
orbital yang setengah penuh (d5) atau penuh (d10) bersifat lebih stabil dibandingkan
dengan orbital yang hampir setengah penuh (d4) atau hampir penuh (d8 atau d9).
Dengan demikian, jika electron terluar berakhir pada d4, d8 atau d9 tersebut,
maka satu atau semua elektron pada orbital s (yang berada pada tingkat energy
yang lebih rendah dari d) pindah ke orbital subkulit d. Lihat beberapa contoh
dalam Tabel 1.4.
Tabel 1.4 Penyimpangan pada orbital d
Pada orbital f , sebagaimana dengan penyimpangan konfigurasi
dalam orbital d, maka konfigurasi elektron yang berakhir pada orbital f juga
mengalami penyimpangan. Penyimpangan dalam pengisian elektron dalam orbital ini
disebabkan oleh tingkat energi orbital saling berdekatan hampir sama. Penyimpangan ini berupa
berpindahnya satu atau dua elektron dari orbital f ke orbital d. Lihat beberapa
contoh dalam Tabel 1.5
Tabel 1.5 Penyimpangan pada orbital f.
E. PENULISAN KONFIGURASI ELEKTRON PADA ION
Penulisan konfigurasi elektron di atas berlaku pada atom
netral. Penulisan konfigurasi elektron pada ion yang bermuatan pada dasarnya
sama dengan penulisan konfigurasi elektron pada atom netral. Atom bermuatan
positif (misalnya +x) terbentuk karena atom netral melepaskan elektron pada
kulit terluarnya sebanyak x, sedangkan ion negatif (misalnya –y) terbentuk
karena menarik elektron sebanyak y. Penulisan konfigurasi elektronnya hanya
menambah atau mengurangi elektron yang dilepas atau ditambah sesuai dengan
aturan penulisan konfigurasi elektron. Ini berlaku untuk semua unsur yang
membentuk ion, termasuk unsur transisi.
Perhatikan contoh berikut:
5. HUBUNGAN
KONFIGURASI ELEKTRON dan SPU
Telah
dijelaskan sebelumnya bahwa tabel periodik modern disusun berdasarkan kenaikan
nomor atom dan kemiripan sifat. Nomor atom menyatakan jumlah elektron.
Sementara itu, sebaran elektron dalam atom dinyatakan dengan konfigurasi
elektron.
a. Periode
Tabel periodik
terdiri atas 7 periode. Periode dinyatakan dengan jumlah kulit, nomer periode
juga menunjukan bilangan kuantum utama yang dimiliki oleh atom yang
bersangkutan. Oleh karena itu periode 1 memiliki n=1. Dan begitu seterusnya.
b. Golongan
Tabel periodik
terdiri atas 8 golongan yang terbagi menjadi 2 golongan, yaitu golongan utama
(A) dan golongan transisi (B). Nomor golongan ditentukan oleh elektron valensinya.
Unsur-unsur dalam tabel periodik dibagi atas 4 blok, yaitu blok s, p, d dan f.
1.
Blok s
Blok s
ditempati oleh unsur-unsur golongan IA, IIA dan Helium. Konfigurasi elektron
unsur-unsur blok s berakhir diorbital s. Contoh : 19K = 1S2,2S2,2:P6.3S2,3P6,4S1
n terbesar = 4 à periode 4
Jumlah elektron
pada subkulit s = 1 à golongan IA
2.
Blok P
Blok P
ditempati oleh unsur-unsur yang mempunyai golongan IIIA hingga VIIIA.
Konfigurasi unsur-unsur ini berakhir di orbital P. Contoh : 16S : 1S2,2S2,2P6,3S2,3P4
n terbesarnya :
3 à periodenya 3
jumlah elektron
pada subkulit S+P : 2+4 = 6 à golongan VIA
3.
Blok d
Blok d
ditempati oleh unsur-unsur golongan transisi (B). Konfigurasi elektron
unsur-unsur blok d berakhir di orbital d. Nomor golongan unsur-unsur blok d
ditentukan oleh banyaknya elektron pada subkulit d terakhir ditambah dengan
elektron pada subkulit s terdekat subkulit d terakhir. Dengan ketentuan sebagai
berikut :
a.
Jika jumlah elektron pada subkulit d
terakhir dan elektrom pada subkulit s terdekat kurang dari 8, nomor golongannya
adalah jumlah elektron tersebut. Contoh: 22Ti : 1S2,2S2,2P6,3S2,3P6,4S2,3d2
.
n terbesarnya :
4 à periode 4,
jumlah elektron pada orbital d + s = 2+2 : 4
jadi Ti
termasuk golongan IVB
b.
Jika jumlah elektron pada subkulit d
terakhir dan subkulit s terdekat = 8,9,10 unsur yang bersangkutan termasuk
golongan VIIIB
c.
Jika jumlah elektron pada subkulit d
terakhir dan subkulit s terdekat lebih dari 10, nomor golongan unsur yang
bersangkutan diperoleh dari jumlah (d + s) – 10
4.
Blok F
Blok f
ditempati oleh unsur-unsur golongan lantinida dan aktinida. Konfigurasi
elektron terakhir unsur-unsur blok f terletak pada subkulit f. Jika harga n
terbesar dalam konfigurasi elektron = 6 (periode 6) maka unsur tersebut
merupakan golongan lantanida. Jika n terbesar dalam konfigurasi elektron = 7
(periode 7) maka unsur tesebut merupakan golongan aktinida.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar